banner 728x250

Diduga Pengerjaan Jalan Lingkungan Pemkab Tak Sesuai Spesifikasi, Warga Minta Dinas PUPR Turun Tangan

banner 120x600
banner 468x60

TULANG BAWANG – Pengerjaan pembangunan jalan lingkungan di Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mendapat sorotan masyarakat. Pasalnya, material batu yang terlihat di lokasi pekerjaan diduga belum menunjukkan kualitas dan tahapan pengerjaan yang sesuai dengan ketentuan teknis pekerjaan jalan.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut merupakan Pembangunan Jalan Lingkungan di Kecamatan Menggala, yang dikerjakan oleh CV Gagah Perkasa Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp387.665.812,57.

banner 325x300

Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 114 hari kalender, terhitung sejak 8 September hingga 30 Desember 2026.

Pantauan di lokasi juga memperlihatkan material batu yang berukuran tidak seragam dan sebagian tampak bercampur dengan material tanah. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai mutu material serta tahapan pelaksanaan pekerjaan.

Warga sekitar meminta pihak terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulang Bawang, melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk memastikan material yang digunakan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

“Kami sebagai masyarakat tentu berharap jalan yang dibangun ini benar-benar berkualitas dan bisa bertahan lama. Kalau memang ada aturan atau spesifikasi material yang harus dipenuhi, kami berharap pelaksana mengikutinya. Jangan sampai jalan baru selesai tetapi cepat rusak,” ujar salah seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak disebutkan.selasa (29/9)

Menurut warga, transparansi dalam pengerjaan proyek pemerintah penting dilakukan karena pembangunan tersebut menggunakan anggaran negara.

“Kami bukan mau menghambat pembangunan. Justru kami mendukung. Tetapi kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan. Kalau ada yang dianggap kurang sesuai, sebaiknya segera diperbaiki sebelum pekerjaan dilanjutkan ke tahap berikutnya,” tambahnya.

Warga juga berharap pengawasan dari konsultan pengawas maupun Dinas PUPR tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui pemeriksaan langsung di lapangan terhadap material, ketebalan pekerjaan, pemadatan, serta tahapan konstruksi lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang maupun pihak CV Gagah Perkasa Konstruksi terkait dugaan ketidaksesuaian material dan pelaksanaan pekerjaan tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *